Anak itu duduk didepan rumahnya, rumah kecil yang menghadap utara. Memandangi lapangan kecil sekolah dasar di depan rumahnya, yang sedang berdebu diterpa angin. Dua pohon cemara yang bagian bawahnya gosong berlubang karena sebagai tempat pembakaran sampah, tak hentinya menggugurkan daunnya yang panjang-panjang. Matahari belum juga sampai puncaknya, sekolah libur karena hari ini tanggal merah, anak itu masih memandang kosong kearah lapangan itu, menanti siapapun yang mau bermain. Dia menatap kearah langit, melihat bahwa langit hari ini dipenuhi gumpalan gumpalan awan putih yang bergerak cepat terkena angin. Anak itu bertemu dengan kawannya, yang membawa alat pancing lengkap dengan umpannya. Cacing dalam gelas bekas air mineral. Anak itu dan kawannya melangkah menuju sungai yang airnya tak begitu deras. Banyak pula anak-anak lain yang sedang mencoba peruntungannya menangkap ikan atau mahluk lain yang tertarik dengan umpannya. Pinggiran sungai itu tercement, dengan tanpa pegangan atau pe...